Untitled-1

Berjaya di Kejurprov Jatim Lawan Juara Nasional, Tambah Durasi Latihan Gita Spenesa Band SMPN 1 Kota Kediri Menghadapi lawan dari seluruh kota/kabupaten di Provinsi Jawa Timur, tim drumband SMPN 1 Kota Kediri punya ramuan tersendiri. Mereka menambah durasi latihan satu hingga dua jam per hari. Hasilnya, berbuah juara. Belajar dari pengalaman tahun lalu, Gita Spenesa Band (GSB) berbenah diri dalam menghadapi Kejuaraan Provinsi (Kejurprov) Persatuan Drumband Indonesia (PDBI) Jawa Timur. Hampir dua bulan mempersiapkan diri dengan matang, hasilnya terlihat dari piala juara umum tingkat provinsi yang dibawa pulang dari perlombaan di Kabupaten Sidoarjo. Tak hanya itu, yang membanggakan mereka mengalahkan juara umum tahun lalu yang juga menjadi juara nasional, SMPN 1 Surababaya.

Ternyata, tak lain tak bukan kuncinya ada di pematangan persiapan. Selasa (28/11) lalu, para anggota GSB tak tampak lagi memakai kostum drumband. Mereka yang totalnya 67 anak berseragam sekolah biasa. Semuanya berkumpul di aula SMPN 1 Kota Kediri. Di antara mereka duduk pula pelatihnya, Muhammad Fauzi. Ia menilai, selama ini kemampuan anggota GSB hampir sama baiknya. “Skill mereka ini dari tahun ke tahun sebenernya ya sama-sama baik, ini berarti ada faktor lain yang bikin kita belum juga menang dari tahun ke tahun,” terang pria yang telah melatih GSB sejak 2008 itu. Fauzi kemudian mencoba menambah durasi latihan. Selama kurang lebih dua bulan, atau sejak September latihan sudah dimulai. Jika pada tahun-tahun sebelumnya latihan hanya dilakukan dua hingga tiga jam per hari, tahun ini empat hingga lima jam per hari. “Tapi ini juga diimbangi dengan fokus masing-masing anak, semakin fokus bisa semakin matang skill-nya,” imbuh pria asal Kecamatan Udanawu, Kabupaten Blitar itu.

Latihannya sendiri dilakukan tiga kali seminggu. Yakni pada Jumat, Sabtu, dan Minggu. Menurut pria yang akrab dipanggil Mamak ini, sistem belajar full day school yang diterapkan di SMPN 1 Kota Kediri juga membantu dalam latihan. Pasalnya, lebih banyak waktu latihan yang dilakukan pada Sabtu dan Minggu. Anggota GSB terdiri atas seluruh siswa SMPN 1 Kota Kediri, baik kelas VII hingga IX. Ada yang sudah lama bergabung, ada juga yang masih baru. Menurut Andreas, siswa yang sudah bergabung GSB sekitar dua tahun, ada perbedaan antara tahun ini dengan tahun lalu. “Ini latihannya lebih lama, jadi lebih merasa yakin bisa aja,” terangnya. Berikut ini disajikan kiprah Gita Spenesa Band SMP Negeri 1 Kediri di kancah Kota Kediri dan regional Jawa Timur. Konsep yang diusung GSB untuk lomba ini adalah Padi, mereka membawakan tiga lagu dari band Padi (Harmoni, Sobat, dan Kasih tak Sampai) serta satu lagu wajib yakni Ayam Den Lapeh. Menurut Mamak, ada beberapa keunggulan GSB ketika perlombaan. Yakni dari segi aransemen musik, koreografi, dan color guard. Untuk mencapai hal tersebut, anggota GSB tak hanya diwajibkan fokus terhadap musiknya. Namun juga dalam segi fisik. Maka dari itu, di setiap latihan seluruh pemain diminta berlatih lari, push up, atau olahraga lain terlebih dahulu. “Soalnya fisik harus kuat, karena mereka membawa beban,” terangnya.

Perlombaan dilaksanakan selama empat, dari 23 hingga 26 November 2017 lalu. Dimulai Kamis (23/11) pagi dengan lomba berbaris jarak pendek. Kemudian lomba Padarampak (lomba baris diiringi dengan musik). Selanjutnya pada Minggu (26/11) lomba baris-berbaris dan lomba inti, Unjuk Gelar. “Unjuk Gelar itu ya pas main drumband bawa empat lagu itu, ini inti perlombaanya,” ungkap Mamak. Menghadapi lomba, salah satu siswa yang juga menjadi Gitapatih GSB, Lyvya Cahyaning Anggraeni, 15, mengaku, sempat grogi ketika hendak lomba. “Tapi pas udah lihat peserta lain pedenya muncul, kita kan udah persiapkan dengan matang jadi ya yakin aja,” paparnya. Lyvya mengatakan, banyak pihak yang membantu dirinya dan teman-temannya. Selain pelatih, ada manajer GSB Ganik Pramana, Pembina siswa Hendik Sudarso dan Heny Puji Rahayu. Dan tentunya Kepala SMPN 1 Kediri Kota Marsudi Nugroho yang telah memberi banyak sekali dukungan. Marsudi menuturkan, sekarang ini adalah momen di mana siswa-siswa SMPN 1 Kota Kediri untuk berprestasi. “Saya sendiri bangga dengan anak-anak, saya harap untuk selanjutnya anak-anak ini bisa sukses dan membawa nama baik sekolah,” terangnya.